Pengadaan Bahan Lokal Berkualitas Menggerakkan Ekonomi Desa

Pengadaan bahan lokal berkualitas menjadi strategi penting Badan Gizi Nasional dalam mendorong pemberdayaan UMKM, petani, dan BUMDes sebagai pemasok utama Program Makan Bergizi Gratis. Melalui pendekatan ini, BGN berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan segar sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa agar manfaat program dapat dirasakan secara luas.

Karena itu, prioritas penggunaan bahan pangan lokal yang memiliki kesegaran tinggi dan kualitas nutrisi optimal menjadi landasan utama agar suplai harian tetap stabil serta mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Dengan demikian, strategi ini menciptakan hubungan saling menguatkan antara pemenuhan gizi peserta didik dan pemberdayaan masyarakat di wilayah setempat.

Pentingnya Pengadaan Bahan Lokal Berkualitas dalam Program MBG

Berdasarkan implementasi pengadaan di SPPG Tridadi 3 Sleman, pemanfaatan bahan lokal berkualitas memastikan seluruh kebutuhan dapur dipenuhi oleh pelaku usaha sekitar desa. Setiap hari, bahan pangan seperti telur, ayam, sayuran, dan komoditas lokal lain dipasok secara rutin oleh UMKM serta petani setempat melalui pola kerja sama yang transparan dan adil.

Kepala Biro Hukum BGN menegaskan bahwa SPPG Tridadi 3 menjadi bukti nyata bagaimana program gizi mampu menggerakkan ekonomi desa melalui kolaborasi yang terstruktur. Selain itu, pendekatan ini mendukung arah kebijakan BGN dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dan memastikan keberlanjutan pengadaan melalui model berbasis komunitas yang lebih mandiri.

Kriteria Pengadaan Bahan Lokal Berkualitas Sesuai Standar BGN

1. Standar Kualitas Fisik Bahan Pangan Lokal

Tim pengadaan memulai proses bahan lokal berkualitas dengan memeriksa kondisi fisik setiap pasokan dari petani dan UMKM secara ketat. Daging harus segar dengan warna merah cerah dan bebas bau, sedangkan ikan harus memiliki insang merah terang dan mata jernih sebagai indikator kesegaran.

Daging ayam harus berasal dari pemotongan yang masih baru. Sayur dan buah harus hadir dalam kondisi segar tanpa tanda busuk atau layu agar kandungan nutrisinya tetap optimal saat proses pengolahan berlangsung. Telur sebaiknya berasal langsung dari peternak lokal untuk mencegah penurunan kualitas akibat penyimpanan terlalu lama.

2. Sertifikasi dan Legalitas Supplier Lokal

Setiap supplier wajib memenuhi legalitas usaha, termasuk memiliki badan hukum atau rekomendasi dari lembaga berwenang. Bahan pangan fortifikasi seperti tepung terigu, minyak sawit kemasan, garam beryodium, dan beras terfortifikasi wajib memiliki sertifikat BPOM.

Supplier protein hewani juga harus memiliki sertifikat halal serta surat kesehatan hewan dari Dinas Peternakan. Verifikasi ini memastikan keamanan pangan dan menjadi syarat agar pemasok dapat bekerja sama dengan SPPG.

3. Kolaborasi dengan Platform Digital untuk Transparansi

Platform digital kini mendukung pengadaan bahan lokal dengan mempermudah kurasi supplier dan memastikan keamanan bahan yang sudah terverifikasi. Sistem ini menyediakan harga kompetitif, mencegah markup, serta mendukung transparansi pembelian.

Melalui pencatatan digital, Kepala SPPG dapat memantau stok secara real-time dan melakukan pemesanan tepat waktu. Platform ini memastikan transparansi harga dan efisiensi pemanfaatan anggaran program.

4. Pemberdayaan BUMDes dan Koperasi Desa

BGN bekerja sama dengan Kemendes PDT dan Kemenkop untuk melibatkan BUMDes serta koperasi sebagai agregator produk petani kecil. Model ini memberikan kepastian pasar, harga yang lebih adil, serta kontinuitas suplai sepanjang tahun. Kontrak jangka menengah antara BUMDes dan SPPG membantu menjaga stabilitas pasokan dan menjamin keberlanjutan produksi pangan lokal.

5. Jaminan Kesegaran dengan Rantai Pasokan Pendek

Bahan lokal memiliki keunggulan berupa rantai pasokan yang lebih pendek sehingga bahan tiba dalam kondisi segar dengan kualitas nutrisi tetap terjaga. Biaya transportasi lebih rendah sehingga harga lebih kompetitif. Pusat alat dapur MBG menyediakan fasilitas penyimpanan modern yang menjaga kesegaran bahan sebelum SPPG mengolahnya sesuai standar BGN.

Kesimpulan

Pengadaan bahan lokal berkualitas merupakan strategi yang menguntungkan penerima manfaat sekaligus mendukung ekonomi desa. Kombinasi standar kualitas, legalitas supplier, teknologi digital, pemberdayaan BUMDes, dan rantai pasokan pendek membentuk ekosistem pangan lokal yang kokoh. Pendekatan ini memastikan program MBG memenuhi kebutuhan gizi secara optimal sembari memperkuat ekonomi kerakyatan Indonesia.