Rincian komponen mesin vacuum frying penting dipahami oleh pelaku UMKM sebelum menggunakan atau membeli mesin ini. Setiap komponen berperan dalam menghasilkan keripik yang renyah, rendah minyak, dan berwarna alami.
Dengan memahami fungsi masing-masing komponen, pengguna dapat mengoperasikan mesin vacuum frying dengan lebih optimal. Selain itu, pengetahuan ini juga membantu dalam perawatan mesin agar tetap awet dan bekerja maksimal dalam jangka panjang.
Rincian Komponen Mesin Vacuum Frying

Mesin vacuum frying terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terhubung dan bekerja secara sistematis. Setiap bagian dirancang untuk mendukung proses penggorengan pada tekanan rendah dengan suhu terkontrol.
Komponen mesin vacuum frying umumnya dibuat dari material food grade agar aman untuk produk pangan. Berikut adalah rincian komponen penting beserta fungsinya.
1. Tabung Penggorengan (Vacuum Frying Chamber)
Tabung penggorengan adalah komponen utama tempat proses pengolahan bahan dilakukan. Bagian ini dibuat dari stainless steel tahan karat berstandar food grade sehingga aman digunakan untuk menggoreng berbagai jenis bahan pangan.
Di dalam tabung inilah buah atau sayur digoreng dalam kondisi hampa udara. Tekanan rendah membantu menurunkan titik didih minyak sehingga bahan tidak cepat gosong dan kualitasnya tetap terjaga.
2. Sistem Pemanas (Burner Gas LPG)
Sistem pemanas berfungsi sebagai sumber panas untuk proses penggorengan. Mesin vacuum frying umumnya menggunakan kompor atau tungku gas LPG yang dilengkapi sistem termokontrol.
Pemanas ini mampu menghasilkan suhu stabil sesuai pengaturan sehingga proses penggorengan berjalan merata. Penggunaan gas juga membuat pemanasan lebih cepat dan efisien untuk kebutuhan produksi UMKM.
3. Pompa Vakum (Vacuum Pump)
Pompa vakum berperan penting dalam menciptakan kondisi tekanan rendah di dalam tabung penggorengan. Komponen ini menyedot udara dari tabung hingga tercapai tingkat vakum yang dibutuhkan.
Dengan tekanan rendah, proses penggorengan dapat dilakukan pada suhu lebih rendah. Hal ini membantu menjaga warna, rasa, dan kandungan nutrisi bahan tetap optimal.
4. Sistem Pendingin (Cooling System)
Sistem pendingin berfungsi untuk menurunkan suhu uap panas yang dihasilkan selama proses vakum. Pendinginan biasanya menggunakan sistem sirkulasi air dengan kapasitas tertentu sesuai ukuran mesin.
Komponen ini membantu menjaga kestabilan tekanan vakum dan mendukung kinerja pompa vakum agar tetap optimal selama proses penggorengan berlangsung.
5. Tangki Minyak dan Saringan
Tangki minyak berperan sebagai tempat penampungan minyak goreng selama proses pengolahan berlangsung. Desainnya memungkinkan sirkulasi minyak berjalan lancar serta memudahkan pembersihan setelah digunakan.
Saringan minyak berperan menyaring sisa bahan gorengan agar minyak tetap bersih. Minyak yang terjaga kebersihannya membantu menghasilkan keripik yang lebih renyah dan tidak berbau tengik.
6. Panel Kontrol dan Pengatur Suhu
Panel kontrol digunakan untuk mengatur suhu, waktu penggorengan, dan memantau proses kerja mesin. Sistem kontrol otomatis memudahkan operator dalam mengoperasikan mesin vacuum frying.
Dengan pengaturan suhu yang akurat, risiko bahan gosong dapat diminimalkan. Panel kontrol juga membantu menjaga konsistensi kualitas produk dalam setiap proses produksi.
7. Rangka dan Body Mesin
Rangka dan body mesin berfungsi sebagai penopang seluruh komponen mesin vacuum frying. Bagian ini terbuat dari stainless steel tebal yang kuat dan tahan lama.
Selain menjaga kestabilan mesin, body stainless juga memudahkan proses pembersihan dan menjaga mesin tetap higienis untuk produksi makanan.
Rincian komponen mesin vacuum frying menunjukkan bahwa setiap bagian berperan penting dalam menghasilkan keripik berkualitas. Dengan memahami fungsinya, pelaku UMKM dapat mengoperasikan dan merawat mesin secara lebih optimal.
Senang belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang SEO Digital Marketing. Antusias untuk berkontribusi, belajar, dan meningkatkan kemampuan menjadi profesional di bidang digital marketing.